Teori Investasi
Pengertian Investasi
Teori ekonomi mendefinisikan investasi sebagai pengeluaran pemerintah untuk
membeli barang-barang modal dan peralatan-peralatan produksi dengan tujuan
untuk mengganti dan terutama menambah barang-barang modal yang akan
digunakan untuk memproduksi barang dan jasa di masa yang akan datang.
Investasi adalah suatu komponen dari PDB = C + I + G + (X-M).
Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau lebih aktiva yang dimiliki dan
biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan keuntungan di
masa-masa yang akan datang (Sunariyah, 2003:4)
Menurut Samuelson (2004: 198), investasi meliputi penambahan stok modal atau
barang disuatu negara, seperti bangunan peralatan produksi, dan barang-barang
inventaris dalam waktu satu tahun. Investasi merupakan langkah mengorbankan
konsumsi di waktu mendatang.
Investasi merupakan salah satu komponen yang penting dalam GNP. Investasi
memiliki peran penting dalam permintaan agregat. Pertama bahwa pengeluaran 16
investasi lebih tidak stabil apabila dibandingkan dengan pengeluaran konsumsi
sehingga fluktuasi investasi dapat menyebabkan resesi. Kedua, bahwa investasi
sangat penting bagi pertumbuhan ekonomi serta perbaikan dalam produktivitas
tenaga kerja. Pertumbuhan ekonomi sangat bergantung pada tenaga kerja dan
jumlah stok kapital (Eni Setyowati dan Siti Fatimah N: 2007).
Berdasarkan beberapa pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwasanya
investasi atau penanaman modal merupakan pengeluaran atau pembelanjaan yang
dapat berupa jenis barang modal, bangunan, peralatan modal, dan barang-barang
inventaris yang digunakan untuk menambah kemampuan memproduksi barang
dan jasa atau untuk meningkatkan produktiktivitas kerja sehingga terjadi
peningkatan output yang dihasilkan dan tersedia untuk masyarakat.
1. Teori Investasi
Dalam jangka panjang pertumbuhan investasi berpengaruh pada bertambahnya
stok capital dan selanjutnya menaikan produktivitas. Di negara yang tingkat
penganggurannya tinggi, seperti Indonesia sekarang, angkatan kerja yang
menganggur dapat dimanfaatkan sebagai sumber pembentukan modal.
2. Teori Neo Klasik menekankan pentingnya tabungan sebagai sumber investasi.
Investasi dipandang sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan
ekonomi dan pembangunan. Makin cepat perkembangan investasi ketimbang
laju pertumbuhan penduduk, makin cepat perkembangan volume stok kapital
rata-rata per tenaga kerja. Makin tinggi rasio kapital per tenaga kerja cendrung
makin tinggi kapasitas produksi per tenaga kerja. Tokoh Neo Klasisk, Sollow
dan Swan memusatkan perhatiannya pada bagaimana pertumbuhan penduduk, 17
akumulasi capital, kemajuan teknologi dan output saling berinteraksi dalam
proses pertumbuhan ekonomi (Arsyad, 2010: 88-89).
3. Teori Harrod-Domar. Harrod-Domar mempertahankan pendapat dari para
ahli ekonomi sebelumnya yang merupakan gabungan dari pendapat kaum
klasik dan Keynes, dimana beliau menekankan peranan pertumbuhan modal
dalam menciptkan pertumbuhan ekonomi. Teori Harrod-Domar memandang
bahwa pembentukan modal dianggap sebagai pengeluaran yang akan
menambah kemampuan suatu perekonomian untuk menghasilkan barang dan
atau jasa, maupun sebagai pengeluaran yang akan menambah permintaan
efektif seluruh masyarakat. Dimana apabila pada suatu masa tertentu
dilakukan sejumlah pembentukan modal, maka pada masa berikutnya
perekonomian tersebut mempunyai kemapuan utnuk menghasilkan barangbarang dan atau jasa yang lebih besar (Sadono, 2007: 256-257).
4. Jenis Investasi
Berdasarkan jenisnya investasi dibagi menjadi dua jenis, yaitu: Pertama investasi
pemerintah, adalah investasi yang dilakukan oleh pemerintah pusat maupun
pemerintah daerah. Pada umumnya investasi yang dilakukan oleh pemerintah
tidak dimaksudkan untuk memperoleh keuntungan; Kedua investasi swasta,
adalah investasi yang dilakukan oleh sektor swasta nasional yaitu Penanaman
Modal Dalam Negeri (PMDN) ataupun investasi yang dilakukan oleh swasta
asing atau disebut Penanaman Modal Asing (PMA). Investasi yang dilakukan
swasta bertujuan untuk mencari keuntungan dan memperoleh pendapatan serta
didorong oleh adanya pertambahan pendapatan. Jika pendapatan bertambah
konsumsipun bertambah dan bertambah pula effective demand. Investasi timbul
Komentar
Posting Komentar